Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. (Pengkhotbah 3:1-8)
Hari ini, untuk yang kesekian kalinya, saya membaca dan merenungkan beberapa ayat dalam Kitab Pengkhotbah. Saya mendapati dan menyetujui bahwa segala sesuatu ada masanya, ada waktunya. Terkadang kita tertawa begitu lebar, “ngakak” kata anak muda, namun terkadang ada kalanya juga kita menangis. Ada kalanya kita mendapatkan keuntungan/rejeki/berkat yang luar biasa besar, namun ada kalanya juga kita mengalami kerugian yang besar. Melihat berbagai hal yang terjadi silih berganti, saya percaya bahwa terjadi perputaran peristiwa, situasi, dan keadaan bagi makluk hidup tidak terkecuali bagi kita manusia.
Menyadari bahwa untuk segala sesuatu ada waktunya, hari ini saya dikuatkan untuk tidak perlu kuatir akan apapun juga yang ada maupun terjadi saat ini. Apapun yang ada saat ini akan digantikan oleh apa yang ada di waktu kemudian, dan selanjutnya akan terus terjadi seperti itu. Rasa syukur, penghiburan, dan pengharapan timbul ketika mengetahui kebenaran hidup tersebut. Saya harus mengucap syukur atas berbagai hal baik yang ada dalam hidup saya saat ini; saya tidak perlu takut akan situasi tidak menyenangkan yang sedang terjadi; pengharapan akan adanya situasi yang lebih baik juga muncul disertai kebijaksanaan untuk mempersiapkan diri menghadapi waktu-waktu yang tidak baik yang mungkin akan terjadi.
Terima kasih Tuhan.
August 29, 2011
Ada Masanya
Posted by
Puput Sugiharto
at
1:42 AM
0
comments
Labels: Life
January 16, 2009
I Need You
Lord, I also want to achieve my own desires to have extraordinary success in my studies, in my career, and in my own life. I have nothing for my self; everything I have right now is for them. I do not know when this situation will end up; I am longing for that time.
I believe that you will help me and are helping me in every part of my life; I depend on you. All of my life is in your hand; do what you want because I am only your created thing.
Posted by
Puput Sugiharto
at
9:53 PM
0
comments
Labels: Life
November 5, 2008
The Secret of Giving
It is possible to give without loving, but it is impossible to love without giving.
The example that God has given to us:
John 3:16 God loved the people of of this world so much that he gave his only Son, so that everyone who has faith in him will have eternal life and never really die.
John 10:10 A thief comes only to rob, kill, and destroy. I came so that everyone would have life, and have it in its fullest.
Acts 20:35 By everything I did, I showed how you should work to help everyone who is weak. Remember that our Lord Jesus said, "More blessings come from giving than from receiving."
Luke 6:38 If you give to others, you will be given a full amount in return. It will be packed down, shaken together, and spilling over into your lap. The way you treat others is the way you will be treated.
Posted by
Puput Sugiharto
at
2:53 AM
0
comments
Labels: Life
November 4, 2008
The Fruit of Greatness
I Yoh 5:3-5 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain daripada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
- The overcomer mengalahkan dunia: iman kita.
- The seed of greatness
- Memiliki benih tidak berarti memiliki buah
- Set iman kita pada direction atau arah yang benar.
- Your attitude determine your altitude
Efesus 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,
- Potensi Tuhan yang bekerja di dalam kita bergantung dari bagaimana cara kita berdoa atau berpikir.
- Mulai berdoa dan berpikir untuk hal-hal besar
- Beat yourself
- If you are excellent, you can not be hidden
I Kor 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”
Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Posted by
Puput Sugiharto
at
11:51 PM
0
comments
Labels: Life
November 2, 2008
Nasi Goreng Es Jeyuk
Cerita ini dah lama banget ada, tapi selalu bikin aku ketawa setiap kali aku mendengarnya. Ceritanya begini:
Ada seorang cadel yang seneng banget makan nasi goreng. Setiap kali beli nasi goreng dia bilang gini: “Pak, nasi goyeng satu ya…”, penjual nasi goreng selalu ketawa. Setelah beberapa kali si cadel ini beli nasi goreng di tempat yang sama, penjual nasi gorengnya bikin tantangan
Penjual: “Del, kalo kamu bisa bilang nasi goreng, kamu boleh makan nasi goreng gratis, ga bayar.”
Cadel: Ok, sapa takut.
Si cadel menyanggupi tantangan itu. Malam berikutnya ia mencoba, tapi tetep aja dia bilang “nasi goyeng” dan penjualnya ketawa puas. Akhirnya, setelah beberapa kali mencoba si cadel bisa juga. Dia datang dan bilang:
Cadel: “Pak, nasi gorengnya satu”
Penjual: (kaget tapi senyum) “kok bisa?”
Cadel: “bisa dong kan dah latihan…
Penjual: “siiip, minumnya apa del?”
Cadel: “es jeyuk pak..”
Penjual itu ketawa terpingkal-pingkal….hahahahahaha
Kebetulan aku punya dua temen di kosan yang cadel, ga bisa bilang “er” gitu. Nah tadi pagi aku nitip beli sarapan sama Nelson (cadel), aku nitip nasi, ayam bakar, n urap di tempat mbak Kokom. Aku kaget begitu dia pulang ternyata yang dikasih ke aku malah nasi, ayam bakar, n orek. Aku tanya dia
Aku: Son, urapnya nggak ada ya? Habis ya?
Nelson: (diem aja kayak ga denger apa2)
Aku: (makan aja terus)
Nelson: (liat2 aku makan, trus kaget) Lho, kok o’ek (orek) mas?
Aku: Lho tadi aku kan yang nanya….
Nelson: Wah sorry mas, mungkin mbak Kokom tadi dengernya ga jelas, abis u’ap (urap) ama o’ek (orek) kan kedengarannya hampir sama….
Aku: (ketawa ngakak....)hahahahaha…..
Posted by
Puput Sugiharto
at
9:50 PM
1 comments
Labels: Lucu
